Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Jurnal dan Contohnya secara Benar

Oleh Redaksi Pinggir • 06 Mei 2026
menulis daftar pustaka dari jurnal

Cara menulis daftar pustaka dari jurnal dan contohnya yang benar mengharuskan Anda menyusun urutan elemen nama penulis, tahun publikasi, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor isu, rentang halaman, serta tautan DOI atau URL situs secara sistematis. Anda wajib mencetak miring nama jurnal dan nomor volume untuk membedakannya dari komponen lain sesuai standar akademik internasional. Penerapan kaidah cara menulis daftar pustaka dari jurnal dan contohnya secara konsisten akan menjaga karya ilmiah Anda dari risiko plagiarisme sekaligus meningkatkan validitas riset di hadapan penguji.

Ketika menyusun skripsi, tesis, atau makalah ilmiah, kita pasti membutuhkan sumber referensi yang memiliki derajat kredibilitas tertinggi. Jurnal ilmiah, baik skala nasional maupun internasional, menjadi pilihan utama para akademisi karena artikel di dalamnya telah melewati proses penelaahan sejawat (peer-review) yang ketat. Akan tetapi, banyak mahasiswa atau peneliti pemula justru sering kali mengalami kebingungan saat harus memasukkan dokumen berkode rumit ini ke halaman referensi. Mereka kerap keliru membedakan nomor volume dengan nomor isu, atau bahkan bingung menyusun urutan tanda baca yang benar. Oleh karena itu, mari kita bedah panduan praktis ini secara mendalam agar halaman bibliografi Anda tampil rapi, profesional, dan bebas dari coretan revisi dosen.

Mengapa Akurasi Sitasi Jurnal Sangat Menentukan Bobot Karya Ilmiah Anda?

Sebagian besar pelajar menganggap halaman referensi hanyalah formalitas pelengkap administratif untuk memenuhi syarat kelulusan semata. Akibatnya, mereka cenderung menuliskan data rujukan secara asal-asalan atau sekadar menempelkan judul artikel jurnal tanpa identitas pelengkap yang memadai. Padahal, para penilai dan penguji senior selalu mengukur kedalaman riset serta profesionalisme seorang penulis melalui ketelitian mereka dalam menyusun daftar pustaka.

Selain itu, mencantumkan identitas artikel jurnal secara lengkap merupakan bentuk apresiasi tertinggi kita terhadap sumbangsih intelektual peneliti terdahulu. Ketika Anda meminjam data empiris, teori, ataupun kesimpulan dari sebuah riset, Anda mengemban tanggung jawab moral untuk menunjukkan peta pelacakan sumber tersebut secara jujur. Langkah preventif ini akan membentengi karya tulis Anda dari tuduhan plagiarisme yang bisa merusak reputasi akademik Anda di masa depan. Melalui pemahaman yang matang mengenai cara menulis daftar pustaka dari jurnal dan contohnya, Anda sedang membangun fondasi argumentasi yang kokoh, valid, dan tepercaya.

Memahami Delapan Elemen Kunci Anatomi Artikel Jurnal Ilmiah

Sebelum kita merangkai baris referensi menggunakan gaya sitasi tertentu, Anda harus berburu informasi penting yang menempel pada dokumen jurnal tersebut. Jangan terburu-buru menutup berkas PDF artikel sebelum Anda mencatat komponen-komponen krusial berikut ini:

1. Nama Pengarang (Author)

Catatlah nama seluruh penulis yang bertanggung jawab atas artikel tersebut secara lengkap. Dalam dunia akademik, Anda harus membalik susunan nama penulis pertama dengan menaruh nama belakang di posisi paling depan.

2. Tahun Penerbitan (Publication Year)

Elemen ini menunjukkan kapan volume jurnal tersebut resmi rilis ke publik. Anda bisa menemukan informasi tahun ini pada bagian atas halaman pertama atau pada lembar informasi metadata berkas PDF.

3. Judul Artikel (Article Title)

Judul merupakan nama spesifik dari penelitian yang Anda baca. Tuliskan judul ini secara lengkap, namun jangan menggunakan huruf kapital di setiap kata kecuali pada huruf pertama kata awal dan nama diri.

4. Nama Jurnal (Journal Title)

Nama jurnal merupakan identitas wadah atau platform besar yang menerbitkan artikel tersebut, seperti Jurnal Ekonomi Indonesia atau Jurnal Teknik Elektro. Anda wajib mencetak miring (italic) nama wadah ini.

5. Nomor Volume (Volume Number)

Volume menandakan tahun keberapa jurnal tersebut telah beroperasi sejak pertama kali berdiri. Posisi nomor volume ini selalu berdampingan dengan nama jurnal dan wajib Anda cetak miring juga.

6. Nomor Isu atau Nomor Urut (Issue Number)

Isu atau nomor menunjukkan urutan penerbitan dalam satu tahun yang sama, misalnya nomor 1, 2, atau 3. Anda harus mengurung angka nomor isu ini menggunakan tanda kurung tegak langsung setelah nomor volume tanpa jeda spasi.

7. Rentang Halaman (Page Range)

Informasi ini menunjukkan letak halaman spesifik artikel tersebut di dalam bundelan jurnal keseluruhan, contohnya halaman 120-135. Pencantuman halaman ini mempermudah pembaca lain untuk melacak kutipan Anda.

8. Digital Object Identifier (DOI) atau URL

DOI merupakan nomor KTP digital yang bersifat permanen untuk sebuah artikel ilmiah online. Jika jurnal tersebut tidak memiliki nomor DOI, Anda wajib menyertakan tautan URL situs web tempat Anda mengunduh berkas tersebut.

Panduan Menulis Referensi Jurnal Berdasarkan Tiga Gaya Internasional

Setiap universitas atau lembaga penerbitan jurnal di Indonesia memiliki kebijakan gaya selingkung yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Anda harus menguasai tiga karakteristik format sitasi yang paling populer di bawah ini agar bisa menyesuaikannya dengan aturan fakultas Anda sendiri.

Gaya APA (American Psychological Association) Edisi Terbaru

Rumpun ilmu sosial, psikologi, ekonomi, bisnis, dan pendidikan di Indonesia umumnya menggunakan standar APA Edisi ke-7. Gaya ini menaruh angka tahun di dalam tanda kurung langsung setelah nama penulis dan menyertakan nomor DOI dalam bentuk tautan aktif.

Rumus APA: Nama Belakang, Inisial Nama Depan. (Tahun). Judul artikel penelitian. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Rentang Halaman. Alamat Tautan DOI/URL

Gaya MLA (Modern Language Association)

Sebaliknya, jika Anda menempuh studi di jurusan sastra, bahasa, seni, atau kebudayaan, Anda wajib mengikuti format MLA. Gaya ini tidak mengurung tahun terbit dan memindahkan posisi angka tahun tersebut ke bagian paling belakang.

Rumus MLA: Nama Belakang, Nama Depan. “Judul Artikel Penelitian.” Nama Jurnal, vol. Nomor Volume, no. Nomor Isu, Tahun, hlm. Rentang Halaman. Alamat Tautan DOI/URL.

Gaya Harvard Style

Para peneliti di bidang ilmu alam, teknik, kedokteran, pertanian, dan komputer biasanya lebih menyukai format Harvard. Karakteristik utamanya menggunakan tanda petik tunggal (‘…’) untuk membungkus judul artikel dan menyisipkan kata “Tersedia di” sebelum tautan internet.

Rumus Harvard: Nama Belakang, Inisial Nama Depan., Tahun. ‘Judul artikel penelitian’, Nama Jurnal, Volume(Nomor), hlm. Rentang Halaman. Tersedia di: URL (Diakses: Tanggal Bulan Tahun).

Ragam Contoh Daftar Pustaka Dari Jurnal

Agar Anda mendapatkan gambaran rijal yang bisa langsung Anda contoh saat mengetik naskah, berikut adalah kompilasi variasi contoh rujukan yang relevan dengan ekosistem riset di Indonesia.

Kategori 1: Artikel Jurnal dengan Penulis Tunggal (Individu)

Contoh kasus ini menggunakan artikel fiktif karya seorang peneliti bernama Rizky Pratama yang terbit pada tahun 2024 di sebuah jurnal ekonomi lokal.

  • Format APA: Pratama, R. (2024). Strategi adaptasi pelaku umkm digital dalam menghadapi inflasi daerah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(2), 45-55. https://doi.org/10.1234/jeb.v15i2.567

  • Format MLA: Pratama, Rizky. “Strategi Adaptasi Pelaku UMKM Digital dalam Menghadapi Inflasi Daerah.” Jurnal Ekonomi dan Bisnis, vol. 15, no. 2, 2024, hlm. 45-55.

  • Format Harvard: Pratama, R., 2024. ‘Strategi adaptasi pelaku umkm digital dalam menghadapi inflasi daerah’, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 15(2), hlm. 45-55. Tersedia di: https://doi.org/10.1234/jeb.v15i2.567 (Diakses: 6 Mei 2026).

Kategori 2: Artikel Jurnal dengan Dua hingga Tiga Penulis

Banyak penelitian ilmiah yang lahir dari kolaborasi kelompok kecil. Ketika menghadapi kasus ini, gunakan tanda ampersand (&) atau kata hubung “dan” untuk menyambung nama penulis terakhir.

  • Format APA: Kusuma, R., & Hartono, T. (2025). Penerapan metode lean manufacturing untuk efisiensi waktu produksi pabrik semen. Jurnal Teknik Industri Nasional, 20(1), 112-125. https://doi.org/10.5678/jtin.v20i1.890

  • Format MLA: Kusuma, Ririn, dan Tri Hartono. “Penerapan Metode Lean Manufacturing untuk Efisiensi Waktu Produksi Pabrik Semen.” Jurnal Teknik Industri Nasional, vol. 20, no. 1, 2025, hlm. 112-125.

  • Format Harvard: Kusuma, R. & Hartono, T., 2025. ‘Penerapan metode lean manufacturing untuk efisiensi waktu produksi pabrik semen’, Jurnal Teknik Industri Nasional, 20(1), hlm. 112-125. Tersedia di: https://doi.org/10.5678/jtin.v20i1.890 (Diakses: 6 Mei 2026).

Kategori 3: Artikel Jurnal dengan Banyak Penulis (Lebih dari Tiga Orang)

Jika Anda mengutip artikel ilmiah yang melibatkan tim peneliti besar, Anda tidak perlu menuliskan belasan nama orang tersebut secara melelahkan di daftar pustaka. Gunakan singkatan khusus untuk mewakili nama penulis lainnya.

  • Format APA: Wijaya, A., Saputra, H., Lestari, D., & Utami, S. (2025). Pemetaan sebaran polusi udara perkotaan berbasis sensor internet of things. Jurnal Lingkungan Hidup, 18(3), 200-215. https://jurnal.lingkungan.or.id/index.php/jlh/article/view/345

  • Format MLA: Wijaya, Ahmad, dkk. “Pemetaan Sebaran Polusi Udara Perkotaan Berbasis Sensor Internet of Things.” Jurnal Lingkungan Hidup, vol. 18, no. 3, 2025, hlm. 200-215.

  • Format Harvard: Wijaya, A. et al., 2025. ‘Pemetaan sebaran polusi udara perkotaan berbasis sensor internet of things’, Jurnal Lingkungan Hidup, 18(3), hlm. 200-215. Tersedia di: https://jurnal.lingkungan.or.id/index.php/jlh/article/view/345 (Diakses: 6 Mei 2026).

Solusi Jitu Menghadapi Masalah Komponen Identitas Jurnal yang Cacat

Saat berselancar di mesin pencari rujukan seperti Google Scholar, kita kadang kala menemukan artikel jurnal lama yang sangat berharga tetapi cetakan dokumen elektroniknya kurang rapi. Kendala teknis lapangan seperti ini tentu saja sering memicu kepanikan di kalangan mahasiswa tingkat akhir. Namun, Anda bisa menerapkan trik darurat berikut untuk melengkapi baris bibliografi Anda secara legal.

Bagaimana Jika Artikel Jurnal Tidak Memiliki Nomor DOI?

Banyak jurnal lokal berskala kecil atau terbitan tahun lama yang belum mendaftarkan naskah mereka ke sistem Crossref, sehingga mereka tidak mempunyai tautan kode DOI. Jika Anda menjumpai kasus ini, Anda cukup menyalin tautan alamat URL utama dari bilah pencarian peramban tempat Anda mengunduh dokumen PDF tersebut. Pastikan tautan tersebut aktif dan mengarah langsung ke laman abstrak artikel induk, bukan alamat penyimpanan lokal di komputer Anda.

Bagaimana Jika Jurnal Tidak Mencantumkan Nomor Isu atau Nomor Isu?

Beberapa penerbitan jurnal internasional tertentu menerapkan kebijakan meluncurkan artikel secara kontinu sepanjang tahun tanpa membaginya ke dalam nomor isu atau nomor nomor spesifik. Oleh karena itu, jika Anda tidak menemukan angka di dalam tanda kurung pada metadata jurnal, Anda sah untuk langsung melompati elemen tersebut. Anda cukup menuliskan nomor volumenya saja, lalu langsung membubuhkan tanda koma dan rentang halaman naskah.

  • Contoh Kasus (APA): Nugroho, B. (2024). Implementasi algoritma machine learning pada sistem keamanan siber nasional. Jurnal Ilmu Komputer Modern, 8, 88-96. https://jurnalikm.org/article/88

Langkah Kecil Menuju Lembar Referensi yang Rapi dan Lolos Sidang Akhir

Menata susunan cara menulis daftar pustaka dari jurnal dan contohnya sebenarnya merupakan perihal kedisiplinan dan ketelitian investasi waktu sejak awal proses penelitian berjalan. Masalah terbesar sebagian besar mahasiswa di Indonesia adalah selalu menunda penulisan bibliografi hingga seluruh isi bab kesimpulan selesai terketik. Akibatnya, mereka sering kali mengalami stres berat karena harus membuka kembali puluhan berkas PDF yang riwayat pencariannya sudah terhapus dari memori komputer.

Oleh karena itu, satu langkah kecil yang sangat realistis untuk Anda terapkan mulai hari ini adalah menyediakan satu file dokumen kosong khusus di laptop Anda yang berfungsi sebagai bank data rujukan darurat. Setiap kali Anda selesai mengutip sebuah data empiris atau kalimat dari sebuah artikel jurnal, langsung ketik identitasnya ke dalam dokumen cadangan tersebut detik itu juga menggunakan trik manual yang sudah kita pelajari. Metode menyicil tugas kecil ini akan menyelamatkan kesehatan mental dan waktu tidur Anda saat hari pengumpulan naskah sudah berada di depan mata.

Di samping itu, luangkanlah waktu sekitar lima menit untuk membaca buku panduan penulisan ilmiah yang diterbitkan resmi oleh pihak fakultas atau kampus Anda sendiri. Hal ini sangat krusial karena setiap perguruan tinggi memiliki selera dan kebijakan modifikasi minor yang unik terkait tata penulisan referensi. Jika tugas kuliah Anda sudah semakin menumpuk, Anda juga bisa mengoptimalkan penggunaan aplikasi pengelola sitasi gratis seperti Zotero atau Mendeley untuk mempercepat pekerjaan Anda. Namun, pastikan Anda tetap menyempatkan diri melakukan pengecekan manual secara berkala karena sistem otomatis kadang kala melakukan kesalahan saat membaca nama pengarang korporat atau melewatkan nomor volume. Kerapian Anda dalam menata spasi, huruf miring, dan tanda titik pada lembar paling belakang ini akan memancarkan aura profesionalisme Anda sebagai peneliti muda yang jujur, teliti, dan kompeten. Selamat menulis, tetap semangat, dan semoga sidang tugas akhir Anda berjalan lancar tanpa banyak revisi!

← Kembali ke Blog