Apa Perbedaan Penulisan Di Disambung dan Di Dipisah? Ini Aturan EYD-nya

Oleh Redaksi Pinggir • 08 Mei 2026
Cara menulis daftar pustaka

Perbedaan penulisan di disambung dan di dipisah mengacu pada kedudukan kata tersebut, yaitu sebagai imbuhan pasif atau sebagai kata depan penunjuk lokasi. Anda wajib menggabungkan partikel “di” tanpa spasi jika fungsinya bertindak sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif, seperti pada kata dimakan, ditulis, atau dibeli. Sebaliknya, Anda harus memisahkan penulisan kata “di” menggunakan spasi jika perannya berubah menjadi kata depan penunjuk tempat, posisi, atau arah, contohnya di rumah, di kantor, atau di atas meja.

Jempol kita pasti sering berhenti sejenak saat hendak mengetik takarir di media sosial atau membalas pesan obrolan kerja. Keraguan kecil mengenai apa perbedaan penulisan di disambung dan di dipisah seolah menjadi kendala abadi yang terus berulang dalam aktivitas komunikasi digital harian kita. Banyak orang menganggap remeh urusan satu ketukan spasi ini karena mengira hal tersebut tidak akan mengubah arti kalimat secara drastis. Akan tetapi, bagi mata yang jeli atau perekrut kerja, kesalahan ejaan yang sepele bisa menurunkan nilai profesionalisme Anda dalam sekejap mata. Oleh karena itu, mari kita bahas tuntas aturan ejaan ini lewat trik praktis yang bisa langsung Anda gunakan hari ini juga.

Urgensi Menjaga Kerapian Ejaan untuk Kredibilitas Tulisan Anda

Sebagian besar masyarakat kita mengabaikan aturan tata bahasa karena menganggap kelancaran penyampaian maksud pesan jauh lebih utama. Mereka menilai bahwa selama lawan bicara memahami isi pengumuman, maka kepatuhan pada aturan spasi boleh Anda kesampingkan. Namun, dalam ekosistem profesional dan akademik, ketelitian Anda dalam menyusun teks mencerminkan tingkat kedisiplinan, keseriusan, serta cara Anda menghormati audiens.

Selain membangun citra diri yang positif, kebersihan naskah dari kesalahan tik juga sangat memengaruhi performa tulisan Anda di halaman Google. Artikel blog yang menyuguhkan struktur ejaan yang rapi dan konsisten cenderung mendapatkan apresiasi lebih tinggi dari pembaca karena menyajikan kenyamanan membaca yang maksimal. Oleh karena itu, memahami apa perbedaan penulisan di disambung dan di dipisah bukan sekadar untuk formalitas kelulusan sekolah, melainkan sebuah investasi keterampilan berkomunikasi yang berwibawa pada era digital.

Penjelasan Konsep Utama Karakteristik Dua Identitas Kata “Di”

Untuk menuntaskan kebingungan ini selamanya, Anda wajib memahami peran utama dari partikel “di” dalam tata bahasa Indonesia. Pedoman resmi pemerintah membagi kata ini ke dalam dua fungsi yang memiliki sifat visual yang bertolak belakang.

Oleh karena itu, mari kita amati karakteristik kedua fungsi tersebut secara gamblang agar Anda tidak salah mengambil keputusan ejaan saat menulis:

1. Karakteristik “Di” sebagai Kata Depan (Preposisi Tempat)

Ketika kata “di” mendahului kosakata yang menyatakan nama tempat fisik, arah mata angin, posisi geografis, atau keberadaan tempat abstrak, ia mengemban tugas sebagai kata depan. Karena posisinya adalah sebagai sebuah kata mandiri yang utuh, ia memiliki hak untuk berdiri sendiri dalam struktur kalimat.

Rumah atau kantor merupakan kata benda yang merujuk pada sebuah bangunan fisik atau tempat aktivitas. Akibatnya, karena kata tersebut melambangkan sebuah lokasi, kata “di” yang berada di depannya wajib menyertakan spasi tanpa terkecuali. Menyambung kedua elemen ini menjadi satu kesatuan kata merupakan sebuah kekeliruan linguistik yang nyata.

2. Karakteristik “Di-” sebagai Imbuhan Pasif (Prefiks Kata Kerja)

Kesalahan massal biasanya terjadi karena masyarakat sering menyamakan kata depan tempat dengan fungsi awalan atau prefiks pada kata kerja pasif. Ketika Anda menulis kata seperti dimakan, ditulis, dibuat, atau dibersihkan, partikel “di-” melekat erat sebagai sebuah imbuhan penanda tindakan.

Imbuhan pasif tidak memiliki kekuatan hukum untuk berdiri sendiri, sehingga Anda wajib merapatkan penulisannya dengan kata kerja dasar tanpa celah spasi. Akan tetapi, kata rumah sama sekali bukan kata kerja tindakan yang bisa Anda ubah menjadi aktif berawalan “me-“. Karena nama lokasi menolak konversi tersebut, maka ia otomatis masuk ke dalam aturan kata depan yang wajib Anda pisah menggunakan spasi.

Trik Instan Menguji Ketepatan Spasi Tanpa Perlu Menghafal Teori

Anda tidak perlu membawa buku pedoman tata bahasa yang tebal ke mana-mana hanya untuk memverifikasi satu baris pesan WhatsApp formal. Para penulis konten dan editor profesional selalu menggunakan dua metode uji kilat berikut untuk memeriksa akurasi teks dalam hitungan detik.

Trik Pertama: Metode Substitusi Menggunakan Kata “Ke” atau “Dari”

Trik pertama ini sangat efektif untuk menguji apakah kata “di” dalam kalimat Anda murni bertugas sebagai penunjuk lokasi spasial atau tidak. Cobalah mengganti kata “di” tersebut dengan kata depan penunjuk arah lain, yaitu kata “ke” atau “dari”.

Apabila kalimat hasil rombakan tersebut tetap terdengar logis, masuk akal, dan tidak merusak nalar bahasa Anda, berarti kata “di” tersebut adalah kata depan. Dengan demikian, Anda wajib memisahkan penulisannya menggunakan spasi.

Mari kita ambil contoh kalimat ini: Saya sedang berada di rumah. Sekarang, jalankan ujiannya dengan mengganti kata tersebut: Saya pergi ke rumah atau Saya baru pulang dari rumah. Karena kedua kalimat alternatif tersebut tetap memiliki makna ruang yang sangat logis, maka penulisan di rumah mutlak harus terpisah menggunakan spasi.

Trik Kedua: Metode Konversi Menjadi Kata Kerja Aktif Berawalan “Me-“

Sebaliknya, jika Anda mencurigai kata tersebut sebagai kata kerja pasif, gunakanlah trik kedua yang tidak kalah ajaib ini. Cobalah mengubah kata yang bersangkutan menjadi kata kerja aktif dengan cara mengganti awalan “di-” menjadi awalan “me-“.

Jika proses perubahan tersebut berjalan lancar dan menghasilkan kata kerja aktif yang lazim kita gunakan sehari-hari, maka kata tersebut adalah imbuhan pasif. Oleh karena itu, Anda wajib merapatkan penulisan kata tersebut tanpa spasi.

Perhatikan contoh konkret berikut: Kue bolu itu dimakan oleh adik. Kita bisa mengubah susunan kalimat pasif tersebut menjadi kalimat aktif: Adik memakan kue bolu itu. Karena kata dimakan bisa bertukar tempat secara sempurna menjadi memakan, maka pembuktian selesai dan penulisan yang benar adalah dimakan secara gabung.

Contoh Praktis Penggunaan Kata “Di”

Agar Anda mendapatkan referensi visual yang jelas dan bisa langsung Anda tiru saat mengetik di laptop atau ponsel, berikut adalah pengelompokan contoh kasus nyata berdasarkan ragam kategori penunjuknya.

Keterangan Tempat, Posisi, dan Arah (Wajib Dipisah)

No Contoh Kalimat yang Benar Alasan Analisis Bahasa
1 Kami akan menggelar rapat koordinasi di Jakarta minggu depan. “di” bertemu kata benda yang menyatakan nama kota resmi.
2 Kakak tingkat saya sedang menjalani magang di pabrik tekstil. “di” menunjukkan lokasi bangunan fasilitas industri.
3 Banyak wisatawan asing menghabiskan liburan di Bali. “di” menunjukkan lokasi pulau atau wilayah geografis.
4 Kunci sepeda motor Anda terletak di atas meja makan. “di” bertemu kata penunjuk posisi vertikal suatu objek.
5 Harap jangan membiasakan menaruh barang di bawah laci. “di” menunjukkan area atau ruang spasial bagian bawah.

Tindakan Pasif dan Kata Kerja (Wajib Disambung)

No Contoh Kalimat yang Benar Alasan Analisis Bahasa
1 Surat perjanjian resmi itu sudah ditandatangani oleh direktur. Kata kerja pasif (Bentuk aktifnya: menandatangani).
2 Kamar tidur utama sedang dibersihkan oleh petugas hotel. Kata kerja tindakan (Bentuk aktifnya: membersihkan).
3 Sepeda motor baru itu dibeli secara tunai kemarin sore. Kata kerja transaksi (Bentuk aktifnya: membeli).
4 Lagu kebangsaan dinyanyikan dengan penuh khidmat. Kata kerja aktivitas (Bentuk aktifnya: menyanyikan).
5 Draf artikel blog harus Anda susun secara sistematis. Kata kerja proses (Bentuk aktifnya: menyusun).

Jebakan Salah Ketik Populer (Salah vs Benar)

Bentuk Penulisan yang Keliru Bentuk Penulisan yang Akurat Solusi dan Penjelasan Koreksi
Rumah toko itu mau di jual minggu depan. Rumah toko itu mau dijual minggu depan. Dijual adalah kata kerja pasif, bukan nama lokasi toko.
Saya sedang fokus belajar dikamar. Saya sedang fokus belajar di kamar. Kamar adalah nama ruangan, wajib pisah dengan spasi.
Kunci motor Anda ada di balik buku teks. Kunci motor Anda ada di balik buku teks. Jika menunjukkan posisi belakang objek, wajib beri spasi.
Kertas ujian itu di balik oleh pengawas. Kertas ujian itu dibalik oleh pengawas. Jika bermakna membalikkan benda, wajib gabung tanpa spasi.
Barang pesanan sudah di kirim oleh kurir. Barang pesanan sudah dikirim oleh kurir. Dikirim merupakan tindakan pasif, tulis secara serangkai.

Kasus Khusus Penulisan Partikel “Di” yang Kerap Membingungkan

Selain aturan dasar yang hitam-putih di atas, kita sering kali menemui beberapa kata ganti atau kombinasi bahasa modern yang membuat jempol kita ragu untuk menekan tombol spasi. Bagian ini akan mengupas tuntas wilayah abu-abu tersebut agar Anda tidak salah langkah lagi.

Penulisan Kata Penunjuk “Di mana”, “Di sini”, “Di sana”, dan “Di situ”

Banyak sekali konten kreator maupun penulis artikel pemula yang masih menggabungkan penulisan kelompok kata ini menjadi dimana atau disini. Alasan klasik mereka biasanya karena menganggap kata-kata tersebut sudah melebur menjadi satu kata ganti penunjuk yang tunggal.

Namun, pedoman resmi EYD Edisi V menegaskan bahwa kata mana, sini, sana, dan situ merupakan penunjuk arah atau lokasi yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, Anda harus memperlakukan kata “di” di depan kata-kata tersebut murni sebagai kata depan yang wajib Anda pisah menggunakan spasi.

  • Benar: Saya belum memutuskan di mana kita akan menggelar rapat.

  • Salah: Tolong rapikan barang-barang Anda dan taruh disini. (Penulisan yang benar: di sini).

Kombinasi dengan Istilah Asing atau Kosakata Bahasa Inggris

Pada era digital yang serbacepar ini, kita sering kali menyerap istilah teknologi asing ke dalam percakapan tertulis, misalnya kata download, screenshot, atau publish. Bagaimana aturan mainnya jika kata asing tersebut mendapatkan awalan pasif “di-“?

Jika Anda menggunakan kata asing yang belum memiliki serapan resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Anda wajib membubuhkan tanda hubung (-) setelah awalan “di” dan mencetak miring kata asing tersebut. Sebaliknya, jika kosakata tersebut sudah memiliki padanan resmi yang baku, utamakanlah penggunaan bahasa Indonesia agar tampilan visual kalimat Anda terlihat jauh lebih anggun dan profesional.

  • Kurang Tepat: Laporan keuangan itu sudah di-email ke manajer.

  • Benar (Gaya Istilah Asing): Laporan keuangan itu sudah di-email ke manajer.

  • Sangat Direkomendasikan: Laporan keuangan itu sudah dikirimkan melalui surel ke manajer.

Penggunaan Imbuhan Ganda atau Konfiks Kompleks (di-…-kan / di-…-i)

Kadang-kadang, sebuah kata dasar menerima serbuan dua jenis imbuhan sekaligus, yaitu di bagian awal dan bagian akhir kata secara bersamaan. Ketika Anda berhadapan dengan situasi linguistik seperti ini, Anda tidak perlu merasa bingung atau ragu. Seluruh komponen pembentuk kata tersebut harus saling mengunci dan melekat erat tanpa boleh ada celah spasi seujung kuku pun di tengah-tengahnya.

  • di + ambil + kan menghasilkan kata diambilkan (bukan di ambilkan).

  • di + lari + kan menghasilkan kata dilarikan (bukan di lari kan).

  • di + tempat + kan menghasilkan kata ditempatkan (bukan di tempatkan atau ditempat kan).

Latihan Menulis Rapi Tanpa Salah Ketik

Mengubah sebuah kebiasaan lama dalam mengetik memang memerlukan curahan fokus dan konsistensi yang berkelanjutan secara terus-menerus. Meskipun demikian, Anda tidak perlu merasa terbebani untuk menghafalkan seluruh pasal tata bahasa yang rumit dalam waktu satu malam saja. Kita bisa melatih ketajaman insting ejaan ini melalui langkah-langkah sederhana yang bisa kita terapkan langsung pada aktivitas komunikasi harian.

Memulai Langkah Nyata dari Aktivitas Harian

Langkah awal yang paling membumi dan sangat realistis untuk Anda mulai hari ini adalah dengan menahan jempol Anda selama tiga detik sebelum menekan tombol kirim. Sempatkan waktu yang singkat tersebut untuk memeriksa ulang takarir Instagram, pesan WhatsApp formal, atau email pekerjaan yang baru saja Anda ketik. Pastikan Anda sudah menyisipkan ruang spasi yang benar pada setiap kata penunjuk tempat yang menggunakan partikel “di”. Proses verifikasi mandiri secara berkala ini akan memaksa otak Anda untuk membangun sebuah refleks bawah sadar yang sangat akurat dalam menghasilkan tulisan yang bersih.

Di samping itu, Anda juga bisa memanfaatkan bantuan teknologi yang ramah sebagai jaring pengaman tambahan saat menyusun dokumen yang panjang. Aktifkanlah fitur koreksi ejaan otomatis (spell checker) bahasa Indonesia pada aplikasi pengolah kata di ponsel atau laptop Anda untuk menangkap salah ketik yang tidak sengaja lolos dari pandangan mata.

Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa insting dan pemahaman orisinal Anda sendiri tetap menjadi senjata paling andal karena mesin pintar sering kali gagal membaca konteks sebuah kalimat secara utuh. Mari mulai menghargai setiap untaian kata yang Anda produksi melalui kerapian detail-detail kecil sekarang juga. Kualitas kebersihan tulisan Anda merupakan cerminan langsung dari tingkat profesionalisme, integritas, serta cara Anda menghormati para pembaca di luar sana. Selamat menulis rapi!

← Kembali ke Blog